Tampilkan postingan dengan label hari ke-19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hari ke-19. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 November 2012

Bikin Kali di Jakarta Bening, Ahok akan Undang Profesor Korea

AHOK
Wakil gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap dipanggil Ahok rencananya akan mengundang profesor dari Korea. Ahok berniat membuat kali di Jakarta bening bak sungai-sungai yang ada di Korea.

"Mau ketemu profesor korea soal air. Katanya air di Korea jadi bening. Itu katanya ada semacam teknik biar semua sungai-sungai bisa jadi bening," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2012).

Membuat bening kali-kali di Jakata bakal menjadi tantangan besar bagi pemerintahan Jokowi-Ahok. Pasalnya hampir semua kali di Jakarta sudah tercemar dan sangat kotor.

"Ya kita mesti dengar saja misal kalau diterapkan di Jakarta," kata Ahok.

Sekurangnya ada 13 kali yang melintasi Ibukota DKI Jakarta. Kali-kali itu semuanya bermuara di Laut Jawa.

Berikut nama-nama kali yang melintasi Jakarta:

1.Sungai Aluran
2.Kali Grogol
3.Kali Krukut
4.Kali Malang
5.Kali Mokervart
6.Kali Pesanggrahan
7.Kali Sunter
8.Sungai Tengah
9.Kali Semanan
10.Sungai Udang
11.Kali Angke
12.CiLiwung
13.CiPinang

Read more ...

Hari ke-19 Jokowi: Tanah akan Dibeli Paksa, Warga Tangkiwood Taman Sari Ngadu ke Jokowi

Tanah warga Kampung Tangkiwood, Taman Sari, Jakbar, akan dibeli paksa seorang pengusaha. Warga pun menolak dan mengadu ke Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).

Sekitar 12 warga kampung artis zaman dulu itu datang ke Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 08.30 WIB, Sabtu (3/11/2012). Mereka bertemu dengan Jokowi hingga pukul 09.00 WIB.

Atat, warga Tangkiwood, mengatakan, luas tanah di Tangkiwood yakni 2.200 meter persegi yang tersebar di bagian depan dan belakang kampung. Di bagian depan kampung milik seorang pengusaha. Sedangkan yang di bagian belakang kampung milik warga.

"Pemilik tanah yang di depan ingin membeli tanah warga. Namun warga menolak tapi tetap dipaksa," ujar Atat.

Menurut Atat, warga sudah berpuluh tahun tinggal di Kampung Tangkiwood. Warga juga sudah memiliki surat dan membayar PBB.

Atat mengaku, dia dan istrinya sempat mengalami intimidasi agar menjual rumah pada pengusaha itu.

"Istri saya pernah didatangi orang yang ngaku dari Dinas Perumahan DKI pada 2010 ke rumah. Istri dipaksa tandatangan agar tanah dibeli oleh Dinas Perumahan. Tapi istri nggak mau. Rumah saya malah difoto-foto dan kejadian itu disaksikan ketua RT," terang Atat.

Atat berharap, Jokowi mengatasi persoalan mereka. Saat pertemuan, menurut Atat, Jokowi akan segera mengatasi masalah warga tersebut.


Read more ...

Ahok Setujui Nama Jalan Baru Beraroma Betawi di Jakarta

Wakil Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa Ahok setujui nama jalan baru di Jakarta. Nama jalan baru ini diusulkan budayawan betawi, Ridwan Saidi, saat bertemu di Balaikota.

"Banyak orang yang nggak tau, Kebayoran Lama ke Kali Deres Gak ada namanye, orang-orang kasih namanya jalan Panjang karena jalannya panjang, saya mengusulkan dan Pak Ahok menyetujui, jalan Bang Pitung karena Bang Pitung ada di sekitar situ," ujar Saidi sesaat setelah bertemu dengan Ahok di Balaikota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2012).

Selain jalan Kebayoran Lama-Kali Deres, Ridwan Saidi juga mengusulkan nama jalan di daerah Mangga Dua.

"Kemudian juga tokoh keturunan Tionghoa, dulu kapiten Tionghoa di jaman awal penjajahan belanda yang sangat berjasa membangun Jakarta, Kapiten Souw Beng Kong supaya diabadikan di salah satu jalan di Mangga Dua," tambahnya.

Ridwan Saidi dan Ahok bertemu sekitar satu jam. Keduanya membahas terkait budaya di Jakarta, termasuk juga nama pohon yang identik dengan jalan di Jakarta seperti pohon semanggi di Jalan Semanggi yang saat ini hilang.

Selain itu juga, Saidi mengusulkan ke Jokowi mengenai 24 desain batik asli Jakarta yang seharusnya dipakai oleh PNS di lingkungan Pemprov DKI.

"Jokowi mencanangkan kamis jumat memakai batik, tinggal dipilih, duit sudah keluar. Polanya hebat ada unsur kotak-kotak juga," selorohnya.


Read more ...

Hari ke-19 Jokowi: Kunjungi Pintu Air Manggarai, Jokowi Klaim Pemprov Siap Hadapi Banjir

Pagi ini Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meninjau pintu air Manggarai. Jokowi menyatakan pemprov DKI siap menghadapi banjir yang biasa melanda Jakarta ini.

“Kesiapan perahu dan aparat sudah siap, tinggal diapelkan ke lapangan. Yang penting bagaimana menanggulanginya, saya kan baru sehari dua hari disini jadi perlu jangka panjang,” imbuh Jokowi saat meninjau pintu air Manggarai, Jakarta Selatan, Sabtu (3/11/2012). Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB.

Jokowi mengatakan untuk pintu air Manggarai, Cideng, dan Karet sudah siap untuk beroperasi. Meski begitu menurut Jokowi, masalah banjir bukan hanya masalah di pintu air dan sampah di kali.

“Kemarin kita sudah bicarakan dengan gubernur Jabar dan Kemen PU, kita akan cegat di Ciawi. Dan masalahnya bukan itu saja, didalam kota sendiri harus ada sumur serapan yang dibuat sebanyak-banyak di perkantoran dan di bank-bank. Peraturan gubernur sudah ada, tinggal saya eksekusi, jangan sampai air dari perkantoran itu ke selokan dan sungai, sampai ke serapan,” jelas Jokowi yang berkemeja putih ini.

Soal banyaknya sampah di pintu air, lanjut Jokowi, pemprov akan melakukan kampanye besar-besaran, baik di media massa maupun dari kampung ke kampung.

“Kalau tidak kampanye akan tetap seperti ini banyak buang sampah. Itu perlu pemimpin-pemimpin seperti lurah, camat, dan walikotanya,” paparnya.


Read more ...

Hari ke-19 Jokowi: Jokowi Pasang Badan untuk Warga Tangkiwood Taman Sari

Joko Widodo (Jokowi) siap melindungi warga Kampung Tangkiwood III, Taman Sari, Jakarta Barat (Jakbar). Jokowi pun akan mengerahkan anak buahnya agar melindungi warga di kampung tersebut.

"Saya harus sampaikan ke semua perangkat saya, jajaran lurah, RT, RW dan aparat lainnya untuk berikan perlindungan pada masyarakat," ujar Jokowi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11/2012).

Jokowi yang mengenakan kemeja putih ini mengatakan, persoalan warga Kampung Tangkiwood bukan persoalan kecil. Warga di kampung artis zaman dulu itu juga banyak.

"Ini kan persoalan 1,2,3,4,5. Satu lokasi itu kan pemiliknya tidak 1,2,3 orang. Jadi masyarakat jadi ketakutan karena intimidasi," kata lulusan Fakultas Kehutanan UGM ini.

Jokowi pun akan mendatangi tanah warga Kampung Tangkiwood. "Kira-kira saya akan mengunjungi itu kalau nggak besok, Senin," janjinya.

Sebelumnya, sekitar 12 warga Kampung Tangkiwood mengadu ke Jokowi di Balaikota. Mereka meminta bantuan Jokowi karena tanahnya akan dibeli secara paksa oleh seorang pengusaha.

Read more ...