Tampilkan postingan dengan label hari ke-42. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hari ke-42. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 November 2012

Hari ke-42 Jokowi: Metro Mini Ganti Bus Eksekutif Tahun 2013

PT Metro Mini saat ini sedang membahas revitalisasi bus-busnya yang terkesan kumuh. Diharapkan, pada tahun 2013 mendatang bus Metro Mini yang usang digantikan dengan bus eksekutif.

"Pertemuan tadi dalam rangka membicarakan tentang revitalisasi. Sekarang kami ingin lebih berperan merevitalisasi Metro Mini yang kumuh menjadi bus-bus yang baru," ujar Direktur PJS PT Metro Mini, Jon A Masli, usai bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2012).

Menurut Jon, wajah Metro Mini akan digantikan dengan bus jenis eksekutif. Bersama angkutan umum lainnya, bus eksekutif itu akan melayani masyarakat. "Ini nanti akan kita lakukan 2013," terangnya.

Jon mengakui, hingga saat ini masih banyak pengusaha Metro Mini yang berdiri sendiri dan tidak tergabung dalam perusahaannya. Pihak PT Metro Mini mencoba menyatukan semua pemilik Metro Mini untuk menjadi pemegang saham dalam perusahannya.

"Sehingga PT Metro Mini ini menjadi PT yang modern seperti yang lain. Mudah-mudahan kalau sudah sehat, Metro Mini nanti bisa go public," kata Jon.

Untuk tahun 2013, PT Metro Mini menargetkan sekitar 200 kendaraan yang sudah berubah menjadi bus eksekutif. "Metro Mini ini kan ada sekitar tiga ribuan. Jadi nanti bertahap," terangnya.

Lalu seperti apa wajah baru bus Metro Mini? Jon menyebutkan bus Metro Mini eksekutif yang baru akan seperti Kopaja 20 jurusan Senen-Lebak Bulus yang ber-AC dan bertarif Rp 5.000.


Read more ...

Hari ke-42: Jokowi - Ahok Melepas Kangen dengan Prijanto

prijanto
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ikutan nimbrung saat mantan Wagub DKI Jakarta Prijanto bertemu dengan Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ia ikut melepas kangen dengan Prijanto.

"Kangen-kangenan. Wagub kangen dengan mantan wagub. Udah toh, saya ada di situ ikut kangen-kangenan. Nggak percaya sih, (wartawan) nggak ikut," kata Jokowi saat ditanya maksud kedatangan Prijanto bertemu Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2012).

Menurut Jokowi, banyak topik permasalahan yang dibahas bersama Prijanto.

"Kangen-kangenan. Banyak yang dibahas. Masak diceritain kangen-kangenan saja," ujar Jokowi merahasiakan isi pertemuan dengan Prijanto.

Ahok sebelumnya menyampaikan hal yang sama seputar pertemuannya dengan Prijanto.

Menurut Ahok, pertemuan selama 2 jam dengan Prijanto hanya mengobrol saja.

"Cuma ngobrol-ngobrol doang," kata Ahok usai bertemu dengan Prijanto di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2012).

Saat ditanya mengapa pertemuan berjalan cukup lama, Ahok mengatakan tidak membicarakan masalah khusus. "Ah masa sih (sampai dua jam), tadi biasa-biasa saja," kata pria 46 tahun ini.

Sementara Prijanto mengatakan kedatangannya bertemu dengan Ahok hanya bersilaturahmi.



Read more ...

Hari ke-42: Orang Kampung Tanya Jokowi Apa Itu MRT?

Gubernur DKI Jakarta Jokowi yang sering blusukan ke kampung-kampung rupanya sering ditanya proyek Mass Rapid Transit (MRT). Ternyata, banyak orang kampung yang tak paham apa itu MRT. Jokowi pun menjelaskan ke mereka dengan bahasa yang sederhana.

"MRT itu apa? Ya kereta bawah tanah. Karena banyak yang di kampung nanya ke saya apa itu MRT, apa toh Pak? Ya kereta bawah tanah. Jadi sekarang saya mau nyebut Kereta Bwah Tanah, nggak pakai MRT," kata Jokowi.

Hal itu disampaikan Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2012) sore.

Pemprov DKI imbuhnya belum mengeksekusi proyek MRT. Sebelum mengeksekusi, dia akan mengundang pakar dan masyarakat transportasi di Indonesia, termasuk PT MRT Jakarta.

"Dua hari lagi kumpulin ini, harus presentasi lagi. Saya juga ngundang pakar-pakar dan masyarakat transportsi semuanya. Biar gamblang semua, ngerti sebetulnya apa sih yang masih saya ragukan. Sebetulnya ini bukan masalah ragu ini masalah kalkulasi itu saja untuk MRT," kata dia.

Sebelumnya, Jokowi masih menunggu jawaban 3 hal yang ditanyakan pada PT MRT Jakarta (MRTJ) pekan depan.

"Ada 3 hal yang belum terjawab dan akan dijawab minggu depan," ujar Jokowi usai pertemuan di kantor Kementerian PU, Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2012).

Jokowi mengatakan 3 hal yang belum terjawab itu yang pertama adalah imbal hasil (return of investment). Kedua, masalah yang belum terjawab adalah masalah penumpang.

"(penumpang) Kalau pagi sama sore mungkin penuh-penuh. Tapi kalau siang, agak siang, agak sore gimana?" kata Jokowi.

Masalah ketiga, lanjut Jokowi mengenai pinjaman (loan). "Yang sekarang pakai tight loan, saya tanya kenapa tidak pakai untight loan," tanyanya.




Read more ...

Bangun Stadion 'Kandang Persija' Rp 1,05 Triliun

Stadion 'Kandang Persija' nan megah bakal dibangun tahun depan. Proyek multiyears ini diperkirakan memakan dana Rp 1,05 triliun.

"(Anggarannya) Rp 1 triliun 50 miliar. Itu anggaran sudah termasuk stadionnya, landscape-nya, kira-kira itulah. Mungkin multiyears, coba kita lihat nanti posisinya karena sekali lagi budgeting ada di Dewan. Ini dalam proses pengajuan ke Dewan," papar kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2012).

Jokowi mengatakan stadion yang rencananya berlokasi di Taman BMW, Sunter, Jakarta Utara, itu memiliki kapasitas 50.000 penonton.

"Itu kalau duduk ya. Kalau desak-desakan ya bisa 100.000 penonton," ujar eks Wali Kota Solo itu.

Ia menjelaskan stadion mulai dibangun tahun 2013. Proyek itu ditargetkan rampung dalam tempo 2 tahun.

Jokowi juga menegaskan tidak ada gusur menggusur dalam proyek pembangunan stadion itu.

"Di BMW itu nggak ada urusan dengan gusuran, masalah nggak digusur pun ada tambahan stadion lagi satu dan itu bukan stadion saja. Itu yang paling penting itu untuk ruang terbuka hijau. Di situ ada botani gardennya, ada danaunya untuk ruang publik," kata pria berusia 51 tahun itu.
Read more ...