Tampilkan postingan dengan label hari ke-50. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hari ke-50. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Desember 2012

Hari Ke-50: Perkenalan Jokowi Dengan Para Duta Besar

Duta Besar Zimbabwe Ms. Alice Mageza dengan jokowi
Agenda gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, hari ini adalah berkenalan dengan para dubes negara sahabat yang ditempatkan di Jakarta. Duta Besar Zimbabwe Ms. Alice Mageza bertindak sebagai tuan rumah acara pagi hari ini.

Acara diplomatic corps gathering ini digelar di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (4/12/2012). Jokowi yang berjas hitam tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengendarai mobil dinasnya.

Dia disambut oleh Duta Besar Zimbabwe Ms. Alice Mageza. Setelah berbincang sesaat dengan dubes paling senior di antara dubes-dubes lainnya, Jokowi lantas bersalaman dengan para duta besar dan mengikuti pertemuan yang berlangsung secara tertup.

Duta besar lainnya yang hadir antara lain dari Australia, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Mexico, Inggris, Jerman, Perancis, Swedia, Rusia, Swiss, Portugal dan Spanyol. Tentu saja pada dubes dari negara-negara anggota ASEAN, Afghanistan, Palestina, Irak dan Timor Leste juga hadir.



Read more ...

Hari ke-50: Dubes Mengeluh Ke Jokowi

Jokowi
Dalam pertemuan mereka dengan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), para dubes negara sahabat menyampaikan beberapa keluhan.

"Ini pertemuan silaturahmi biasa yang rutin mau kita adakan, mungkin tiap tahun 2 atau 3 kali. Tadi kami juga menanyakan apakah bapak ibu dubes ada masalah, kalau ada tolong disampaikan. Ya akhirnya ada yang menyampaikan beberapa masalah," ujar Jokowi, usai acara Diplomatic Corps Gathering, di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2012).

Menurut Jokowi, banyak hal yang disampaikan oleh para dubes itu. Keluhan itu antara lain terkait dengan masalah perparkiran, tanda-tanda lalu lintas yang masih membingungkan, dan juga terkait dengan perizinan penggunaan bangunan di Jakarta.

"Untuk tanda-tanda lalu lintas itu membingungkan karena belum lengkap ya nanti mbok ya dilengkapi. Selain itu mengenai izin tempat tinggal para dubes, mereka kan kebanyakan tempat tinggal, mau dipakai buat kantor juga itu tidak boleh. Lalu mengenai renovasi di Menteng misalnya, padahal itu kan untuk heritage, izinnya kan memang sulit meskipun hanya renovasi," terang Jokowi.

Selain mendengarkan keluhan para dubes, Jokowi juga memberikan penjelasan mengenai perkembangan pembangunan di Jakarta. Dia menyebutkan pihaknya melakukan penjelasan mengenai bagaimana Pemprov DKI menyelesaikan masalah klasik di Jakarta yakni mengenai kemacetan dan banjir.

"Saya ceritain bahwa nanti monorail akan selesai dalam 4 tahun. MRT kira-kira akan selesai pada 2019 , tapi kalau bisa dipercepat akan kita percepat. Mengenai banjir juga saya cerita setiap tahun paling tidak 6-10 titik kira-kira harus kita selesaikan target, dari 68 titik yang sekarang masih ada," ucap Jokowi.

Jokowi berharap dengan pertemuan ini akan mengangkat citra kota Jakarta di mata dunia, paling tidak di mata perwakilan negara-negara asing tersebut. "Ya ini kita harus sering jelaskan supaya persepsi kita di mata mereka menjadi baik," imbuhnya.

Dalam acara ini beberapa duta besar yang hadir antara lain dari Australia, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Mexico, Inggris, Jerman, Perancis, Swedia, Rusia, Swiss, Portugal dan Spanyol. Kemudian dubes dari negara-negara anggota ASEAN, Afghanistan, Palestina, Irak, Zimbabwe dan Timor Leste juga hadir.


Read more ...

Rangkuman 50 Hari Kinerja Jokowi Ahok

Hari ini merupakan hari ke-50 bagi pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama memimpin Jakarta. Berikut ini langkah-langkah yang sudah dilakoni mereka sejak menjabat sebagai kepala/wakil daerah.

Penataan Kampung, Hari ke-38

Penataan Kampung
Gubernur Joko Widodo mulai memarkan desain penataan kampung kumuh di Jakarta. Kampung kumuh tersebar di 360 titik. Ditargetkan, 100 kampung diperbaiki pada tahun 2013. Menurut dia, nantinya Jakarta seperti 1.000 kampung yang terkelola baik. "Jangan seperti Singapura yang sekarang menyesal karena semua sudah dijadikan tower," ujar dia. Setiap kampung punya karakter sesuai daerahnya. Seperti Bukit Duri di sisi rel kereta yang menjadi kampung stasiun. Setiap kampung mencakup dua RW dengan jumlah hunian mencapai 300 unit dengan ruang terbuka hijau dan drainase. Alokasi penataan sebesar Rp 30-50 miliar. "Tapi nanti tergantung DPRD."

Banjir Jakarta, Hari ke-39 

Banjir
 Mungkin inilah salah satu yang membuat Jokowi merasakan sulitnya mengelola Ibu Kota. Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, ada 2.700 keluarga di 17 kelurahan terendam banjir. Jokowi merasa belum sempat menjalankan programnya, seperti pengerukan sungai, relokasi warga, dan normalisasi kali Pesanggrahan, tapis sudah disalip banjir. "Memang baru proses pengerjaan. Sudah dikeruk, tapi keduluan sama banjir," kata Jokowi, 23 November 2012.

Kartu Jakarta Pintar, Hari ke-47

Kartu Jakarta Pintar
Gubernur Joko Widodo mengunjungi SMA Yappenda, Jakarta Utara, dan SMA Santo Paskalis, Jakarta Pusat, untuk membagikan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Sebanyak 3.013 kartu disebar pada tahap awal bagi siswa kurang mampu. Kartu KJP berbeda dengan dengan Dana BOS. KJP membantu siswa untuk kebutuhan logistik, seperti membeli buku, membayar angkutan umum, dan membeli sepatu. Setiap siswa akan mendapat Rp 240 ribu per bulan. "Ini kan baru sisa pencegahan untuk pencegahan putus sekolah dulu," kata Ahok, 29 November 2012.

Angkutan Umum dan Macet, Hari ke-50

Mass rapid transportation (MRT) 

Mass rapid transportation (MRT)
Empat pertemuan Jokowi dengan pihak PT MRT belum menyepakati pembangunannya. Jokowi mau merestui MRT bila tarif yang dibebankan ke penumpang dikurangi. Jokowi akan meminta beban pembiayaan 42 persen yang dibebankan kepada Pemda dikurangi. “Paling tidak, saya akan minta pemerintah pusat menanggung 70 persen agar beban kami tidak terlalu berat,” katanya. Bila jumlah 70 persen disetujui, harga tiket bisa lebih murah dari Rp 15 ribu. Sedangkan Menteri Keuangan Agus Martowardojo belum memberikan lampu hijau.

Ruas tol dalam kota

Ruas tol dalam kota
Rencana enam ruas tol dalam kota urung disetujui Jokowi. Menurut dia, proyek warisan itu masih mengganjal karena tidak menunjang pembangunan transportasi massal. Untuk proyek jalan tol ini, Jokowi harus berhadapan dengan desakan Kementerian Pekerjaan Umum. Jokowi hanya setuju bila salah satu ruas dipakai untuk busway. "Kalau untuk elevated bus (bus melayang), iya. Tetapi, kalau untuk mobil pribadi,
tidak," ujar Jokowi.




Read more ...